Mengenal Efficient-Market Hypothesis (EMH) Eugene Fama

Investasi di pasar modal sering kali dianggap sebagai sebuah teka-teki besar di mana setiap orang berlomba-lomba untuk menemukan informasi rahasia demi mendapatkan keuntungan maksimal. Namun, dalam dunia akademis dan praktisi keuangan profesional, terdapat sebuah teori fundamental yang menantang ambisi tersebut. Teori ini dikenal dengan nama Efficient-Market Hypothesis (EMH) atau Hipotesis Pasar Efisien.

Konsep ini pertama kali dikembangkan secara mendalam oleh seorang ekonom ternama, Eugene Fama, pada tahun 1960-an. Melalui penelitiannya, Fama mengemukakan bahwa di dalam pasar yang efisien, harga aset sudah mencerminkan seluruh informasi yang tersedia secara akurat dan instan. Hal ini membawa implikasi besar: hampir mustahil bagi investor untuk secara konsisten “mengalahkan pasar” hanya dengan mengandalkan pemilihan saham atau waktu pasar (market timing).

Memahami EMH bukan berarti menyerah pada keadaan, melainkan belajar bagaimana menyikapi pergerakan pasar dengan lebih bijak. Dalam artikel ini, kita akan membedah secara mendalam mengenai pemikiran Eugene Fama, klasifikasi efisiensi pasar, hingga bagaimana teori ini tetap relevan di tengah gempuran teknologi digital dan perilaku investor yang dinamis.

Pengertian Efficient-Market Hypothesis (EMH)

Definisi Dasar EMH

Efficient-Market Hypothesis (EMH)

adalah sebuah teori ekonomi yang menyatakan bahwa harga aset di pasar modal, seperti saham, selalu mencerminkan semua informasi yang tersedia secara publik maupun privat. Dalam kondisi pasar yang ideal, harga yang terbentuk adalah harga wajar (fair value), sehingga tidak ada aset yang dihargai terlalu murah (undervalued) atau terlalu mahal (overvalued) dalam jangka waktu lama.

Teori ini berasumsi bahwa karena informasi tersebar dengan sangat cepat, para pelaku pasar akan segera bereaksi dengan melakukan transaksi jual atau beli. Reaksi kolektif ini secara otomatis mendorong harga ke titik keseimbangan baru. Oleh karena itu, keuntungan di atas rata-rata (alpha) biasanya hanya terjadi karena faktor keberuntungan, bukan semata-mata karena keahlian analisis.

Efficient-Market Hypothesis (EMH), Eugene Fama
Foto oleh Denilson Santos de Oliveira di Pexels

Peran Eugene Fama dalam Teori Ini

Eugene Fama

sering dijuluki sebagai “Bapak Keuangan Modern” berkat kontribusinya dalam merumuskan EMH secara sistematis. Melalui disertasinya yang terkenal dan publikasi pada tahun 1970, ia memberikan kerangka kerja empiris untuk menguji sejauh mana sebuah pasar dapat dikatakan efisien. Kerja kerasnya ini membuahkan penghargaan Nobel Ekonomi pada tahun 2013.

Fama menekankan bahwa pasar yang efisien membutuhkan partisipasi banyak investor yang rasional dan bersaing satu sama lain. Ia berargumen bahwa meskipun ada investor yang melakukan kesalahan dalam menilai aset, tindakan mereka akan saling meniadakan atau dikoreksi oleh investor lain yang lebih jeli, sehingga harga pasar tetap mendekati nilai fundamentalnya.

Mengapa EMH Penting bagi Investor

Bagi investor ritel maupun institusi, memahami EMH sangat penting untuk menentukan ekspektasi hasil investasi. Jika seseorang mempercayai sepenuhnya bahwa pasar itu efisien, maka ia akan cenderung menghindari strategi spekulatif yang membuang banyak biaya transaksi. Sebaliknya, mereka akan lebih memilih strategi yang lebih tenang dan terukur.

Selain itu, EMH membantu investor untuk tidak terjebak dalam janji-janji manis para “guru saham” yang mengklaim bisa memprediksi masa depan dengan pasti. Dengan memahami bahwa informasi sudah tercermin di harga, investor dapat lebih fokus pada asset allocation dan manajemen risiko daripada sekadar mengejar saham yang sedang viral.

Baca Juga: Margin of Safety Benjamin Graham: Panduan Value Investing

Tiga Bentuk Efisiensi Pasar Menurut Fama

Efisiensi Bentuk Lemah (Weak Form)

Dalam efisiensi bentuk lemah, diasumsikan bahwa harga saham saat ini telah mencerminkan semua informasi dari pergerakan harga di masa lalu. Ini berarti data historis seperti volume perdagangan dan tren harga tidak dapat digunakan untuk memprediksi harga di masa depan secara akurat. Dengan kata lain, analisis teknikal dianggap tidak efektif dalam memberikan keuntungan konsisten.

Investor yang percaya pada bentuk ini berpendapat bahwa perubahan harga terjadi secara acak (random walk). Jika pola tertentu muncul di masa lalu, pelaku pasar lain akan segera menyadarinya dan bertindak sedemikian rupa sehingga peluang keuntungan dari pola tersebut hilang seketika sebelum sempat dimanfaatkan secara maksimal.

Efisiensi Bentuk Setengah Kuat (Semi-Strong Form)

Efisiensi bentuk setengah kuat

melangkah lebih jauh dengan menyatakan bahwa harga saat ini mencerminkan semua informasi historis ditambah dengan semua informasi yang tersedia secara publik. Informasi publik ini mencakup laporan keuangan perusahaan, pengumuman dividen, berita ekonomi makro, hingga kebijakan politik pemerintah yang baru saja dirilis.

Dalam kondisi ini, baik analisis teknikal maupun analisis fundamental tidak akan mampu memberikan keuntungan berlebih secara konsisten. Begitu sebuah berita positif tentang perusahaan keluar, harga sahamnya akan langsung melonjak dalam hitungan detik, sehingga investor tidak sempat membeli di harga rendah untuk mendapatkan keuntungan dari berita tersebut.

Efficient-Market Hypothesis (EMH), Eugene Fama
Foto oleh Edward Jenner di Pexels

Efisiensi Bentuk Kuat (Strong Form)

Bentuk yang paling ekstrem adalah efisiensi bentuk kuat, di mana harga dianggap mencerminkan seluruh informasi, termasuk informasi orang dalam (insider information). Jika pasar benar-benar berada dalam level ini, maka tidak ada seorang pun, termasuk direktur perusahaan sekalipun, yang bisa mendapatkan keuntungan lebih dengan menggunakan informasi rahasia yang mereka miliki.

Meskipun secara teoritis menarik, bentuk kuat ini paling sulit ditemui dalam dunia nyata. Banyak negara memiliki aturan ketat terhadap insider trading karena pada kenyataannya, orang dalam sering kali memiliki akses terhadap informasi yang belum diketahui publik dan bisa memanfaatkannya untuk keuntungan pribadi sebelum pasar bereaksi.

Baca Juga: Panduan Modern Portfolio Theory (MPT) Harry Markowitz

Mekanisme Kerja Pasar yang Efisien

Penyerapan Informasi Secara Cepat

Kunci utama dari pasar yang efisien adalah kecepatan. Di era internet dan perdagangan frekuensi tinggi (high-frequency trading), informasi dari satu belahan dunia dapat sampai ke telinga investor di belahan dunia lain dalam milidetik. Algoritma komputer yang canggih memantau berita dan langsung melakukan eksekusi perdagangan berdasarkan kata kunci tertentu.

Proses penyerapan yang instan ini memastikan bahwa celah antara harga pasar dan nilai intrinsik sebuah aset sangatlah sempit. Semakin banyak orang yang mencari informasi dan bertransaksi, semakin efisien pula pasar tersebut karena kompetisi yang ketat memaksa harga untuk selalu berada di level yang paling rasional.

Peran Arbitrase dalam Menjaga Harga

Arbitrase

adalah praktik membeli aset di satu pasar dan menjualnya di pasar lain dengan harga yang lebih tinggi untuk mengambil selisihnya. Dalam konteks EMH, para pelaku arbitrase (arbitrageurs) berperan sebagai polisi harga. Jika ada sebuah saham yang harganya sedikit menyimpang dari nilai wajarnya, mereka akan segera masuk untuk mengambil untung.

Tindakan mereka yang membeli saat harga murah dan menjual saat harga mahal secara otomatis akan mendorong harga kembali ke titik keseimbangan. Tanpa adanya para pemburu selisih harga ini, pasar akan dipenuhi dengan inefisiensi yang bisa merugikan investor jangka panjang yang menginginkan stabilitas harga.

Rasionalitas Pelaku Pasar

EMH mengasumsikan bahwa sebagian besar pelaku pasar bertindak secara rasional. Artinya, mereka mengevaluasi informasi secara objektif dan bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan dengan risiko yang terukur. Ketika informasi baru muncul, investor rasional akan menghitung kembali nilai perusahaan dan melakukan penyesuaian pada posisi portofolio mereka.

Meskipun ada individu yang bertindak secara emosional atau irasional, teori ini berpendapat bahwa perilaku tersebut tidak akan mendominasi pasar secara keseluruhan. Investor rasional lainnya akan melihat perilaku irasional tersebut sebagai peluang untuk melakukan koreksi harga, sehingga efisiensi pasar tetap terjaga dalam jangka menengah hingga panjang.

Baca Juga: Mengenal Altman Z-Score: Rumus Prediksi Kebangkrutan Edward Altman

Implikasi EMH Terhadap Strategi Investasi

Investasi Pasif vs Aktif

Salah satu dampak paling nyata dari Efficient-Market Hypothesis (EMH) adalah perdebatan antara investasi pasif dan aktif. Investasi aktif melibatkan pemilihan saham secara spesifik dan upaya untuk mengatur waktu masuk-keluar pasar. Namun, jika pasar memang efisien, maka upaya ini sering kali hanya berakhir dengan biaya transaksi yang tinggi tanpa hasil yang lebih baik dari rata-rata pasar.

Sebaliknya, investasi pasif menyarankan investor untuk tidak mencoba mengalahkan pasar, melainkan “menjadi” pasar itu sendiri. Strategi ini biasanya dilakukan dengan membeli seluruh indeks pasar. Karena pasar dianggap efisien dalam menetapkan harga, maka memegang portofolio yang terdiversifikasi luas adalah cara paling logis untuk mendapatkan imbal hasil yang optimal.

Penggunaan Index Fund dan ETF

Sejalan dengan strategi pasif, instrumen seperti Index Fund dan Exchange-Traded Funds (ETF) menjadi sangat populer berkat pengaruh teori Eugene Fama. Instrumen ini dirancang untuk mengikuti kinerja indeks tertentu, seperti IHSG di Indonesia atau S&P 500 di Amerika Serikat. Biaya pengelolaannya jauh lebih rendah dibandingkan reksa dana aktif karena manajer investasi tidak perlu melakukan riset mendalam untuk memilih saham.

Banyak studi menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, mayoritas manajer investasi aktif gagal mengungguli kinerja indeks acuan mereka. Hal ini memperkuat argumen EMH bahwa membayar biaya mahal untuk analisis profesional sering kali tidak sebanding dengan hasil yang didapatkan, karena informasi yang mereka gunakan sudah basi dan sudah tercermin di harga.

Mengapa Sangat Sulit Mengalahkan Pasar

Mengalahkan pasar berarti Anda harus memiliki informasi atau kemampuan analisis yang lebih baik daripada jutaan pelaku pasar lainnya, termasuk institusi besar dengan sumber daya tak terbatas. Dalam pasar yang efisien, setiap kali Anda membeli saham karena menganggapnya murah, ada orang lain di sisi berlawanan yang menjualnya karena menganggapnya sudah mahal atau tidak prospektif.

Kesulitan ini juga dipicu oleh biaya-biaya yang sering terlupakan, seperti komisi broker dan pajak. Untuk bisa benar-benar mengalahkan pasar, seorang investor aktif tidak hanya harus benar dalam memilih saham, tetapi juga harus menghasilkan keuntungan yang cukup besar untuk menutupi semua biaya tambahan tersebut sebelum bisa dikatakan sukses.

Baca Juga: Mengenal Capital Asset Pricing Model (CAPM) Lengkap

Kritik dan Tantangan Terhadap Hipotesis Pasar Efisien

Munculnya Behavioral Finance

Kritik utama terhadap EMH datang dari bidang Behavioral Finance atau keuangan perilaku. Para ahli di bidang ini berargumen bahwa manusia tidak selalu rasional. Faktor psikologis seperti ketakutan (fear), keserakahan (greed), dan overconfidence sering kali mendorong harga jauh dari nilai fundamentalnya, menciptakan gelembung (bubbles) atau kejatuhan pasar (crashes).

Tokoh seperti Robert Shiller, yang juga memenangkan Nobel bersama Fama, menunjukkan bahwa harga saham sering kali jauh lebih fluktuatif daripada dividen atau pendapatan perusahaan yang mendasarinya. Ini menunjukkan bahwa ada faktor emosi kolektif yang berperan dalam menggerakkan harga, yang tidak sepenuhnya bisa dijelaskan oleh model pasar efisien yang murni.

Anomali Pasar dan Bubble Ekonomi

Dalam sejarah pasar modal, terdapat berbagai anomali yang tampaknya membantah EMH. Contohnya adalah “January Effect”, di mana harga saham cenderung naik di bulan Januari, atau fenomena momentum di mana saham yang naik cenderung terus naik untuk sementara waktu. Jika pasar benar-benar efisien, anomali yang mudah diprediksi seperti ini seharusnya tidak ada.

Selain itu, peristiwa seperti Dot-com Bubble tahun 2000 atau krisis finansial 2008 menunjukkan bahwa pasar bisa menjadi sangat tidak efisien dalam waktu yang cukup lama. Harga aset bisa melambung tinggi tanpa dasar fundamental yang jelas sebelum akhirnya hancur, yang membuktikan bahwa pasar terkadang bisa gagal dalam memproses informasi secara benar.

Pandangan Tokoh Kontra-EMH

Banyak investor ternama, seperti Warren Buffett, secara terbuka meragukan EMH. Buffett sering menyatakan bahwa jika pasar selalu efisien, ia mungkin akan menjadi pengemis di jalanan. Strategi value investing yang ia terapkan justru mencari inefisiensi pasar—yaitu ketika pasar sedang panik dan menghargai perusahaan bagus dengan harga yang sangat murah.

Para pengkritik berpendapat bahwa meskipun pasar cenderung efisien dalam jangka panjang, terdapat jendela-jendela inefisiensi dalam jangka pendek yang bisa dimanfaatkan oleh investor yang disiplin dan memiliki kesabaran ekstra. Inilah yang menjadi celah bagi para penganut analisis fundamental untuk tetap eksis di dunia investasi.

Baca Juga: Panduan Black-Scholes Model: Fischer Black & Myron Scholes

Bukti Empiris Pendukung Teori Eugene Fama

Studi Tentang Performa Manajer Investasi

Salah satu bukti terkuat yang mendukung Efficient-Market Hypothesis (EMH) adalah data kinerja reksa dana saham secara global. Laporan berkala seperti SPIVA (S&P Indices Versus Active) secara konsisten menunjukkan bahwa lebih dari 80-90% manajer investasi aktif gagal mengalahkan indeks pasar dalam periode 10 hingga 15 tahun.

Jika pasar tidak efisien, seharusnya ada banyak profesional yang mampu secara konsisten memberikan imbal hasil di atas rata-rata. Namun, kenyataan bahwa sebagian besar profesional dengan pendidikan tinggi dan teknologi canggih gagal melakukan hal tersebut memberikan bobot besar pada argumen Eugene Fama bahwa pasar sangat sulit untuk dikalahkan.

Analisis Random Walk pada Harga Saham

Teori Random Walk menyatakan bahwa perubahan harga saham tidak memiliki memori; apa yang terjadi kemarin tidak menentukan apa yang akan terjadi hari ini. Berbagai studi statistik terhadap data historis bursa saham di seluruh dunia menunjukkan bahwa pergerakan harga harian sangat mendekati pola acak.

Hal ini mendukung klaim EMH bahwa karena informasi baru muncul secara tidak terduga, maka reaksi harga terhadap informasi tersebut juga tidak dapat diprediksi sebelumnya. Jika harga bisa diprediksi dengan mudah, maka semua orang akan melakukannya, dan tindakan tersebut akan langsung menghilangkan kemampuan prediksi itu sendiri.

Dampak Pengumuman Laba Perusahaan

Penelitian mengenai “Event Studies” sering kali digunakan untuk menguji efisiensi pasar. Ketika sebuah perusahaan mengumumkan laba yang jauh di atas ekspektasi (earnings surprise), harga sahamnya biasanya akan menyesuaikan diri hampir seketika. Tidak ada jeda waktu yang cukup lama bagi investor ritel untuk membaca berita dan kemudian membeli saham di harga lama.

Kecepatan penyesuaian harga ini menunjukkan bahwa pasar sangat responsif terhadap informasi baru. Meskipun ada sedikit pergerakan setelah pengumuman (post-earnings announcement drift), secara keseluruhan pasar menunjukkan tingkat efisiensi yang sangat tinggi dalam memproses data keuangan yang kompleks.

Baca Juga: Framework Analisis Laporan Keuangan untuk Investor Efektif

Langkah Praktis Menerapkan EMH dalam Portofolio

Fokus pada Diversifikasi Aset

Jika Anda menerima bahwa pasar cukup efisien dan sulit dikalahkan, langkah pertama yang paling bijak adalah melakukan diversifikasi. Jangan menaruh semua uang Anda pada satu atau dua saham saja. Dengan memiliki berbagai jenis aset (saham, obligasi, emas) dari berbagai sektor dan negara, Anda dapat mengurangi risiko spesifik perusahaan.

Diversifikasi memastikan bahwa meskipun ada satu perusahaan yang kinerjanya buruk, portofolio Anda secara keseluruhan tetap terjaga oleh kinerja perusahaan lain. Dalam pandangan EMH, karena Anda tidak tahu saham mana yang akan menjadi pemenang berikutnya, memiliki “seluruh pasar” adalah cara terbaik untuk mengamankan pertumbuhan kekayaan jangka panjang.

Meminimalkan Biaya Transaksi

Karena keuntungan di atas pasar sangat sulit didapat, maka biaya menjadi faktor penentu utama dalam hasil investasi bersih Anda. Setiap kali Anda melakukan jual-beli saham, Anda membayar komisi kepada broker. Jika Anda terlalu sering bertransaksi (overtrading), biaya-biaya ini akan menggerus keuntungan Anda secara signifikan.

Penganut EMH biasanya lebih suka strategi buy and hold. Dengan jarang melakukan transaksi, Anda tidak hanya menghemat biaya komisi, tetapi juga menghindari potensi pajak keuntungan modal yang terlalu sering. Dalam investasi, terkadang melakukan lebih sedikit tindakan justru memberikan hasil yang lebih baik.

Disiplin dalam Investasi Jangka Panjang

Pasar mungkin mengalami fluktuasi dalam jangka pendek karena emosi atau berita yang simpang siur. Namun, dalam jangka panjang, harga akan cenderung mengikuti pertumbuhan nilai ekonomi perusahaan. Disiplin untuk tetap berada di pasar (time in the market) jauh lebih penting daripada mencoba menebak kapan pasar akan naik atau turun (timing the market).

Langkah sistematis yang bisa diambil adalah dengan melakukan Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu berinvestasi secara rutin dalam jumlah yang sama setiap bulan tanpa peduli harga pasar sedang naik atau turun. Cara ini membantu Anda menghindari keputusan emosional dan tetap konsisten pada rencana keuangan yang telah dibuat.

Baca Juga: Memahami Circle of Competence Warren Buffett & Charlie Munger

Masa Depan EMH di Era Digital

Pengaruh Algoritma Trading

Kehadiran High-Frequency Trading (HFT) dan kecerdasan buatan (AI) telah mengubah lanskap efisiensi pasar. Algoritma sekarang dapat memproses ribuan berita dalam sepersekian detik dan melakukan ribuan transaksi sebelum manusia sempat berkedip. Hal ini secara teori membuat pasar menjadi jauh lebih efisien daripada era Eugene Fama di tahun 70-an.

Namun, ketergantungan pada algoritma juga menciptakan risiko baru, seperti flash crash atau pergerakan harga yang ekstrem dalam waktu singkat karena kesalahan sistem. Meski demikian, secara keseluruhan, teknologi telah mempersempit spread harga dan membuat informasi tersebar lebih merata ke seluruh penjuru dunia.

Akses Informasi Real-Time bagi Ritel

Dulu, hanya investor institusi besar yang memiliki akses ke terminal data mahal seperti Bloomberg. Sekarang, investor ritel dapat mengakses laporan keuangan, berita terkini, dan analisis mendalam melalui smartphone mereka secara gratis atau dengan biaya murah. Demokratisasi informasi ini meningkatkan efisiensi pasar di level individu.

Semakin banyak orang yang memiliki akses informasi yang sama, semakin kecil peluang bagi siapa pun untuk memiliki “keunggulan informasi”. Hal ini membuat pasar modal menjadi tempat bermain yang lebih adil (level playing field), meskipun tantangannya tetap sama: bagaimana mengolah informasi tersebut tanpa terjebak dalam bias emosional.

Efficient-Market Hypothesis (EMH), Eugene Fama
Foto oleh chriswanders di Pixabay

Big Data dan Efisiensi Pasar Modern

Penggunaan Big Data memungkinkan analisis terhadap data non-tradisional, seperti citra satelit tempat parkir pusat perbelanjaan untuk memprediksi penjualan ritel, atau analisis sentimen di media sosial. Semua data ini sekarang mulai diintegrasikan ke dalam model harga pasar oleh perusahaan pengelola dana global.

Meskipun teknologi semakin canggih, debat mengenai EMH kemungkinan besar tidak akan pernah berakhir. Selama manusia masih terlibat dalam proses pengambilan keputusan, unsur psikologi akan selalu ada. Namun, bagi investor cerdas, teori Eugene Fama tetap menjadi kompas berharga untuk tetap rendah hati dan rasional di tengah riuhnya pasar modal.

Kesimpulan

Efficient-Market Hypothesis (EMH) yang dipopulerkan oleh Eugene Fama memberikan fondasi yang sangat kuat bagi pemahaman kita tentang bagaimana pasar modal bekerja. Dengan menyatakan bahwa harga mencerminkan semua informasi, teori ini mengingatkan kita bahwa tidak ada jalan pintas untuk mendapatkan kekayaan instan melalui spekulasi tanpa risiko. Meskipun mendapatkan kritik dari penganut keuangan perilaku, inti dari EMH tetap relevan, terutama mengenai sulitnya mengalahkan pasar secara konsisten dalam jangka panjang.

Bagi investor, pelajaran berharga dari EMH bukan untuk membuat kita takut berinvestasi, melainkan untuk mengarahkan kita pada strategi yang lebih efisien seperti diversifikasi, penggunaan instrumen indeks, dan fokus pada pengendalian biaya. Dengan memahami bahwa pasar adalah mekanisme yang sangat cerdas dalam memproses informasi, kita dapat lebih tenang menghadapi fluktuasi harian dan tetap fokus pada tujuan keuangan jangka panjang kita.

Sebagai tips praktis, mulailah dengan membangun portofolio yang terdiversifikasi melalui ETF atau Index Fund, minimalkan frekuensi transaksi yang tidak perlu, dan selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan. Ingatlah bahwa dalam dunia investasi, kedisiplinan dan kesabaran sering kali menjadi kunci utama kesuksesan yang melampaui kejeniusan dalam memilih saham tunggal.

FAQ

Sama sekali tidak. EMH menyatakan bahwa Anda akan mendapatkan keuntungan yang sesuai dengan risiko yang Anda ambil (imbal hasil pasar). Yang sulit dilakukan adalah mendapatkan keuntungan "lebih" (extraordinary return) di atas rata-rata pasar secara konsisten tanpa mengambil risiko tambahan.

Eugene Fama adalah seorang ekonom Amerika dan profesor di University of Chicago Booth School of Business. Ia dikenal luas atas kontribusinya pada teori portofolio dan penetapan harga aset, serta memenangkan Hadiah Nobel Ekonomi pada tahun 2013 atas analisis empirisnya mengenai harga aset.

EMH (terutama bentuk lemah) berpendapat bahwa analisis teknikal, yang mengandalkan pola harga masa lalu, tidak berguna untuk memprediksi harga masa depan karena semua data tersebut sudah tercermin dalam harga saat ini. Penganut analisis teknikal, di sisi lain, percaya bahwa pola harga cenderung berulang karena psikologi manusia.

Kritikus berpendapat krisis terjadi karena pasar tidak selalu rasional dan bisa terpengaruh oleh perilaku "ikut-ikutan" (herding). Namun, penganut EMH berpendapat bahwa krisis adalah hasil dari informasi baru yang sangat buruk atau perubahan mendadak dalam ekspektasi risiko yang diproses pasar secara cepat.

Leave a Comment

Scroll to Top
Need Help? Chat with us