Panduan Modern Portfolio Theory (MPT) Harry Markowitz

Dalam dunia investasi, sering kali kita mendengar pepatah lama yang berbunyi, “Jangan menaruh semua telurmu dalam satu keranjang.” Ungkapan ini bukan sekadar saran sederhana, melainkan inti dari sebuah teori finansial yang sangat berpengaruh bernama Modern Portfolio Theory (MPT). Teori ini mengubah cara pandang dunia terhadap manajemen aset dan risiko sejak pertama kali diperkenalkan.

Dipelopori oleh ekonom ternama Harry Markowitz pada tahun 1952, MPT memberikan landasan matematis untuk membangun portofolio investasi yang efisien. Alih-alih hanya berfokus pada potensi keuntungan dari satu aset tunggal, MPT mengajarkan kita untuk melihat bagaimana berbagai aset dalam sebuah portofolio berinteraksi satu sama lain untuk menciptakan keseimbangan antara risiko dan imbal hasil.

Memahami MPT sangat penting bagi siapa pun yang ingin serius dalam mengelola kekayaan, mulai dari investor ritel hingga manajer dana profesional. Dengan menerapkan prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Markowitz, Anda dapat merancang strategi investasi yang lebih terukur, rasional, dan tahan terhadap fluktuasi pasar yang tidak menentu.

Pengenalan Modern Portfolio Theory (MPT)

Sejarah dan Latar Belakang

Modern Portfolio Theory atau Teori Portofolio Modern pertama kali muncul melalui sebuah makalah berjudul “Portfolio Selection” yang diterbitkan di Journal of Finance pada tahun 1952. Penulisnya, Harry Markowitz, saat itu adalah seorang mahasiswa pascasarjana di University of Chicago. Sebelum teori ini muncul, investor cenderung memilih saham secara individual berdasarkan prospek fundamental masing-masing tanpa mempertimbangkan hubungannya dengan saham lain.

Markowitz memperkenalkan ide revolusioner bahwa risiko sebuah portofolio tidak hanya ditentukan oleh risiko masing-masing aset di dalamnya, tetapi juga oleh bagaimana aset-aset tersebut bergerak bersama. Terobosan ini akhirnya membawa Markowitz meraih Nobel Prize dalam ilmu ekonomi pada tahun 1990, memperkuat posisi MPT sebagai pilar utama keuangan modern.

Kontribusi Harry Markowitz

Kontribusi terbesar Markowitz adalah formalisasi konsep diversifikasi secara matematis. Ia membuktikan bahwa investor dapat mengurangi risiko total portofolio tanpa harus mengorbankan ekspektasi imbal hasil (return). Melalui penggunaan statistik seperti varians dan korelasi, ia memberikan alat bagi investor untuk mengukur risiko secara objektif.

Selain itu, Markowitz menekankan bahwa investor adalah sosok yang risk-averse atau enggan terhadap risiko. Artinya, jika ada dua portofolio dengan return yang sama, investor pasti akan memilih yang memiliki risiko lebih rendah. Pemikiran ini mengubah paradigma pemilihan aset dari yang bersifat spekulatif menjadi lebih saintifik.

Definisi Dasar MPT

Secara sederhana, Modern Portfolio Theory (MPT) adalah sebuah metode investasi yang bertujuan untuk memaksimalkan ekspektasi imbal hasil bagi tingkat risiko tertentu, atau meminimalkan risiko untuk tingkat imbal hasil tertentu. Hal ini dilakukan dengan memilih kombinasi berbagai aset yang tidak bergerak searah secara sempurna.

Dalam MPT, portofolio dianggap sebagai satu kesatuan yang utuh. Fokus utamanya bukan pada apakah sebuah saham itu “bagus” atau “buruk” secara terisolasi, melainkan bagaimana saham tersebut berkontribusi terhadap profil risiko dan return keseluruhan portofolio tersebut.

Mengapa MPT Penting bagi Investor

Bagi investor modern, MPT memberikan kerangka kerja yang logis untuk menghadapi ketidakpastian pasar. Tanpa teori ini, investasi sering kali terasa seperti perjudian di mana seseorang hanya berharap harga aset akan naik. MPT memberikan struktur yang memungkinkan kita untuk mengontrol apa yang bisa dikontrol, yaitu alokasi aset dan diversifikasi.

Dengan menerapkan prinsip MPT, investor dapat menghindari kerugian fatal yang disebabkan oleh kejatuhan satu sektor industri atau satu perusahaan saja. Teori ini membantu menciptakan ketenangan pikiran karena portofolio telah dirancang untuk menghadapi berbagai skenario pasar melalui penyebaran risiko yang cerdas.

Baca Juga: Margin of Safety Benjamin Graham: Panduan Value Investing

Konsep Utama dalam Teori Portofolio Modern

Hubungan Risk dan Return

Dalam dunia keuangan, risiko dan imbal hasil selalu berjalan beriringan. Modern Portfolio Theory mengakui bahwa untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, seorang investor harus bersedia menerima risiko yang lebih tinggi. Namun, MPT juga menunjukkan bahwa ada cara untuk mendapatkan return yang optimal tanpa harus mengambil risiko yang tidak perlu.

Risiko dalam konteks ini sering diukur dengan volatilitas, yaitu seberapa besar harga sebuah aset berfluktuasi dari rata-ratanya. Investor yang cerdas akan selalu mencari titik keseimbangan di mana mereka mendapatkan kompensasi yang adil atas setiap unit risiko yang mereka ambil dalam portofolio mereka.

Pentingnya Diversifikasi

Diversifikasi adalah jantung dari MPT. Ide dasarnya adalah dengan memiliki berbagai jenis aset yang berbeda—seperti saham, obligasi, properti, dan emas—kerugian pada satu aset dapat ditutupi oleh keuntungan pada aset lainnya. Diversifikasi yang efektif tidak hanya berarti memiliki banyak aset, tetapi memiliki aset yang beraksi secara berbeda terhadap peristiwa ekonomi yang sama.

Misalnya, saat ekonomi sedang tumbuh pesat, saham mungkin berkinerja sangat baik sementara obligasi cenderung stagnan. Sebaliknya, saat terjadi resesi, obligasi sering kali menjadi tempat aman yang nilainya stabil atau bahkan naik, sehingga melindungi nilai total portofolio Anda dari kejatuhan yang terlalu dalam.

Modern Portfolio Theory (MPT), Harry Markowitz
Foto oleh Alesia Kozik di Pexels

Asset Allocation atau Alokasi Aset

Asset Allocation

adalah keputusan tentang berapa persen dari modal Anda yang akan ditempatkan di berbagai kelas aset. Menurut banyak studi, alokasi aset bertanggung jawab atas lebih dari 90% variasi dalam imbal hasil portofolio jangka panjang, jauh lebih penting daripada pemilihan saham individu atau waktu pasar (market timing).

Harry Markowitz menekankan bahwa kombinasi aset yang tepat jauh lebih penting daripada menemukan “satu saham ajaib”. Dengan menentukan proporsi yang tepat antara aset berisiko tinggi dan aset berisiko rendah, investor dapat menyesuaikan portofolio mereka sesuai dengan toleransi risiko dan tujuan keuangan pribadi mereka.

Korelasi Antar Aset

Korelasi adalah ukuran statistik yang menunjukkan sejauh mana dua aset bergerak secara bersamaan. Nilainya berkisar antara -1 hingga +1. Korelasi +1 berarti aset bergerak searah secara sempurna, sedangkan -1 berarti aset bergerak berlawanan arah secara sempurna. Angka 0 menunjukkan tidak ada hubungan sama sekali antar pergerakan aset tersebut.

Untuk mencapai diversifikasi yang maksimal menurut MPT, investor harus mencari aset dengan korelasi yang rendah atau negatif. Jika semua aset dalam portofolio Anda memiliki korelasi positif yang tinggi, maka saat pasar turun, semua aset tersebut akan jatuh bersamaan, dan diversifikasi Anda dianggap gagal.

Baca Juga: Mengenal Efficient-Market Hypothesis (EMH) Eugene Fama

Memahami Risk-Return Trade-Off

Definisi Risiko dalam MPT

Dalam perspektif Harry Markowitz, risiko bukan sekadar kemungkinan kehilangan uang, melainkan variabilitas dari imbal hasil yang diharapkan. Jika sebuah investasi menjanjikan return 10% tetapi kenyataannya bisa berkisar antara -5% hingga +25%, maka rentang fluktuasi itulah yang disebut sebagai risiko.

Semakin lebar rentang kemungkinan hasilnya, semakin tinggi risikonya. MPT membagi risiko menjadi dua kategori besar: risiko sistematis (risiko pasar yang tidak bisa dihindari) dan risiko tidak sistematis (risiko spesifik perusahaan yang bisa dihilangkan melalui diversifikasi).

Menghitung Ekspektasi Return

Ekspektasi imbal hasil (expected return) adalah rata-rata tertimbang dari semua kemungkinan hasil investasi di masa depan. Dalam sebuah portofolio, ini dihitung dengan menjumlahkan hasil kali antara bobot setiap aset dengan ekspektasi return masing-masing aset tersebut.

Penting untuk diingat bahwa ekspektasi return hanyalah sebuah estimasi berdasarkan data historis atau proyeksi ekonomi. Meskipun tidak memberikan jaminan pasti, perhitungan ini memberikan dasar yang rasional bagi investor untuk membandingkan berbagai strategi investasi secara objektif.

Standar Deviasi sebagai Tolok Ukur

Dalam statistika yang digunakan oleh MPT, Standar Deviasi digunakan sebagai alat utama untuk mengukur risiko. Standar deviasi yang tinggi menunjukkan bahwa return aset tersebut sangat fluktuatif dan sulit diprediksi, yang berarti risikonya tinggi. Sebaliknya, standar deviasi yang rendah menunjukkan stabilitas.

Dengan memplot standar deviasi terhadap ekspektasi return, investor dapat memvisualisasikan profil risiko-imbal hasil dari setiap aset atau portofolio. Ini memungkinkan perbandingan yang apel-ke-apel antara investasi yang sangat berbeda, seperti membandingkan saham teknologi yang volatil dengan obligasi pemerintah yang stabil.

Mencari Keseimbangan Ideal

Setiap investor memiliki profil risiko yang unik. Seorang investor muda mungkin memiliki toleransi risiko yang lebih tinggi karena memiliki waktu lama untuk pulih dari kerugian pasar, sehingga mereka mungkin memilih portofolio dengan standar deviasi tinggi demi mengejar return besar.

Sebaliknya, seseorang yang mendekati masa pensiun akan lebih memprioritaskan pelestarian modal dan memilih standar deviasi yang rendah. MPT membantu kedua tipe investor ini untuk menemukan kombinasi aset yang paling efisien sesuai dengan tingkat kenyamanan mereka masing-masing terhadap risiko.

Baca Juga: Mengenal Capital Asset Pricing Model (CAPM) Lengkap

Konsep Efficient Frontier (Garis Efisien)

Definisi Efficient Frontier

Efficient Frontier

atau Garis Efisien adalah salah satu konsep paling ikonik dalam Modern Portfolio Theory. Ini adalah sebuah kurva grafis yang merepresentasikan sekumpulan portofolio optimal yang menawarkan ekspektasi imbal hasil tertinggi untuk setiap tingkat risiko tertentu.

Portofolio yang berada pada garis ini dianggap “efisien” karena tidak ada portofolio lain yang bisa memberikan return lebih tinggi tanpa menambah risiko, atau memberikan risiko lebih rendah tanpa mengurangi return. Semua kombinasi aset yang berada di bawah kurva ini dianggap tidak efisien karena investor bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dengan risiko yang sama.

Cara Kerja Kurva Efisiensi

Kurva ini terbentuk dengan menggabungkan berbagai kelas aset dalam proporsi yang berbeda-beda. Karena adanya efek diversifikasi dan korelasi yang tidak sempurna, risiko total portofolio sering kali lebih rendah daripada rata-rata tertimbang risiko masing-masing aset. Hal inilah yang menyebabkan kurva tersebut melengkung ke arah kiri (risiko lebih rendah).

Titik paling kiri pada kurva disebut sebagai Minimum Variance Portfolio, yaitu portofolio dengan risiko terendah yang mungkin dicapai. Dari titik tersebut, kurva naik ke atas dan ke kanan, menunjukkan bahwa untuk mendapatkan return tambahan, investor harus bersedia menanggung risiko tambahan secara bertahap.

Portofolio Optimal vs Portofolio Sub-optimal

Sebuah portofolio dikatakan sub-optimal jika ia berada di dalam atau di bawah garis Efficient Frontier. Artinya, investor tersebut mengambil risiko yang terlalu besar untuk return yang ia dapatkan, atau mendapatkan return yang terlalu kecil untuk risiko yang ia tanggung. Hal ini biasanya terjadi karena kurangnya diversifikasi atau alokasi aset yang buruk.

Tujuan utama dari penerapan MPT adalah memindahkan posisi portofolio investor dari area sub-optimal menuju garis Efficient Frontier. Dengan melakukan penyesuaian pada bobot aset, investor dapat “memperbaiki” efisiensi investasinya dan memaksimalkan potensi pertumbuhan kekayaannya.

Memilih Titik di Sepanjang Kurva

Meskipun semua portofolio di sepanjang Efficient Frontier adalah efisien, tidak semuanya cocok untuk setiap orang. Pemilihan titik tertentu pada kurva bergantung sepenuhnya pada utility function atau fungsi kepuasan investor terhadap risiko.

Investor agresif akan memilih titik di bagian atas kanan kurva (high risk, high return), sedangkan investor konservatif akan memilih titik di bagian bawah kiri (low risk, low return). MPT tidak mendikte di mana Anda harus berada, tetapi memastikan bahwa di mana pun Anda memilih untuk berada, Anda melakukannya dengan cara yang paling efisien secara matematis.

Baca Juga: Panduan Black-Scholes Model: Fischer Black & Myron Scholes

Pentingnya Diversifikasi dan Korelasi

Diversifikasi untuk Mengurangi Risiko Unsystematic

Dalam investasi, terdapat dua jenis risiko: Risiko Sistematis (seperti inflasi, suku bunga, atau perang) dan Risiko Tidak Sistematis (seperti kegagalan manajemen perusahaan atau pemogokan buruh di satu pabrik). Risiko sistematis memengaruhi seluruh pasar dan tidak bisa dihilangkan.

Namun, risiko tidak sistematis dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan melalui diversifikasi yang tepat. Menurut MPT, dengan memiliki sekitar 20 hingga 30 saham dari sektor yang berbeda, risiko spesifik perusahaan hampir seluruhnya hilang, menyisakan hanya risiko pasar yang memang harus ditanggung oleh semua investor.

Memahami Koefisien Korelasi

Korelasi adalah bumbu rahasia dalam resep diversifikasi Harry Markowitz. Banyak investor pemula melakukan kesalahan dengan membeli sepuluh saham teknologi yang berbeda dan menganggap mereka sudah terdiversifikasi. Kenyataannya, karena semua saham tersebut berada di sektor yang sama, mereka memiliki korelasi positif yang sangat kuat.

Jika sektor teknologi jatuh, kesepuluh saham tersebut kemungkinan besar akan jatuh bersamaan. Diversifikasi yang sesungguhnya membutuhkan aset dengan koefisien korelasi yang rendah. Misalnya, menggabungkan saham teknologi dengan saham perusahaan utilitas atau emas, yang sering kali bergerak secara independen atau berlawanan.

Manfaat Aset dengan Korelasi Negatif

Aset dengan korelasi negatif adalah “asuransi” alami dalam portofolio Anda. Ketika harga saham turun tajam karena kepanikan pasar, aset seperti obligasi pemerintah berkualitas tinggi atau emas sering kali justru naik nilainya karena investor mencari keamanan (safe haven).

Kehadiran aset-aset ini berfungsi sebagai penyeimbang yang meredam guncangan. Meskipun aset dengan korelasi negatif mungkin tidak memberikan return yang spektakuler saat pasar saham sedang bullish, kegunaannya menjadi sangat terasa saat pasar sedang mengalami krisis, mencegah nilai portofolio Anda hancur total.

Batasan Diversifikasi

Meskipun diversifikasi sangat bermanfaat, ada titik di mana menambah lebih banyak aset tidak lagi memberikan manfaat pengurangan risiko yang signifikan. Fenomena ini disebut sebagai over-diversification atau “diworsification”. Memiliki terlalu banyak aset bisa membuat portofolio sulit dikelola dan biaya transaksi menjadi membengkak.

Selain itu, diversifikasi yang berlebihan dapat menyebabkan return portofolio hanya menyamai indeks pasar (rata-rata), sehingga menghilangkan peluang untuk mendapatkan performa yang mengungguli pasar. Kuncinya adalah menemukan jumlah aset yang optimal yang memberikan perlindungan risiko maksimal tanpa mengorbankan potensi pertumbuhan secara berlebihan.

Baca Juga: Framework Analisis Laporan Keuangan untuk Investor Efektif

Strategi Implementasi MPT dalam Investasi

Menentukan Profil Risiko

Langkah pertama dalam menerapkan Modern Portfolio Theory adalah mengenali diri sendiri sebagai investor. Anda perlu jujur mengenai berapa banyak kerugian yang sanggup Anda tanggung secara psikologis dan finansial tanpa harus menjual aset dalam keadaan panik.

Gunakan kuesioner profil risiko atau berkonsultasilah dengan perencana keuangan untuk menentukan apakah Anda termasuk tipe investor konservatif, moderat, atau agresif. Pemahaman ini akan menjadi kompas dalam menentukan di titik mana Anda akan berdiri pada kurva Efficient Frontier.

Memilih Kelas Aset yang Berbeda

Setelah mengetahui profil risiko, langkah selanjutnya adalah memilih kelas aset yang akan mengisi portofolio Anda. Jangan hanya terpaku pada saham. Pertimbangkan untuk memasukkan instrumen lain seperti obligasi negara, obligasi korporasi, reksa dana pasar uang, properti (REITs), hingga komoditas.

Setiap kelas aset memiliki karakteristik risiko dan return yang berbeda. Dengan menggabungkan berbagai kelas aset ini, Anda membangun fondasi yang kokoh. Pastikan Anda memahami karakteristik masing-masing aset dan bagaimana mereka bereaksi terhadap perubahan suku bunga atau kondisi ekonomi makro.

Rebalancing Portofolio Secara Berkala

Pasar selalu bergerak, dan seiring berjalannya waktu, proporsi aset dalam portofolio Anda akan berubah. Misalnya, jika pasar saham naik drastis, bobot saham dalam portofolio Anda mungkin meningkat dari 60% menjadi 75%. Hal ini membuat portofolio Anda menjadi lebih berisiko daripada rencana awal.

Rebalancing adalah proses menjual sebagian aset yang sudah naik harganya dan membeli aset yang harganya turun untuk mengembalikan portofolio ke alokasi target semula. Tindakan ini secara otomatis memaksa Anda untuk melakukan prinsip dasar investasi: “beli rendah, jual tinggi” secara disiplin dan sistematis.

Penggunaan Instrumen ETF dan Reksa Dana

Bagi investor individu, membangun portofolio yang terdiversifikasi sempurna dengan membeli saham satu per satu bisa sangat sulit dan mahal. Solusi praktisnya adalah menggunakan instrumen seperti Exchange-Traded Funds (ETF) atau Reksa Dana.

Instrumen ini memungkinkan Anda untuk memiliki ratusan atau bahkan ribuan aset hanya dengan satu kali transaksi. Misalnya, membeli ETF yang melacak indeks S&P 500 secara otomatis memberikan Anda diversifikasi di 500 perusahaan terbesar di Amerika Serikat. Ini adalah cara termudah dan paling efisien untuk menerapkan prinsip MPT bagi investor ritel.

Baca Juga: Mengenal Altman Z-Score: Rumus Prediksi Kebangkrutan Edward Altman

Kelebihan dan Kelemahan MPT

Manfaat Menggunakan MPT

Kelebihan utama dari Modern Portfolio Theory adalah ia memberikan kerangka kerja yang objektif dan ilmiah. Investor tidak lagi meraba-raba dalam kegelapan, melainkan memiliki dasar matematis untuk mengambil keputusan. MPT membantu mengurangi aspek emosional dalam investasi, yang sering kali menjadi musuh terbesar investor.

Selain itu, MPT telah terbukti secara historis mampu memberikan hasil yang lebih stabil dalam jangka panjang. Dengan fokus pada alokasi aset dan diversifikasi, investor terlindungi dari volatilitas ekstrem yang sering terjadi pada aset tunggal atau sektor industri tertentu.

Modern Portfolio Theory (MPT), Harry Markowitz
Foto oleh 9699186 di Pixabay

Asumsi yang Sering Dikritik

Meskipun revolusioner, MPT memiliki beberapa asumsi yang dianggap kurang realistis oleh para kritikus. Salah satunya adalah asumsi bahwa return aset terdistribusi secara normal (kurva lonceng). Dalam kenyataannya, pasar keuangan sering mengalami kejadian ekstrem yang disebut Black Swan, di mana harga jatuh jauh lebih dalam daripada yang diprediksi oleh statistik standar.

MPT juga mengasumsikan bahwa investor selalu rasional dan memiliki akses ke informasi yang sama secara instan. Namun, bidang Behavioral Finance menunjukkan bahwa manusia sering kali bertindak irasional karena ketakutan atau keserakahan, dan informasi pasar tidak selalu tersebar secara merata.

Tantangan dalam Kondisi Pasar Ekstrem

Salah satu kelemahan terbesar MPT muncul saat terjadi krisis finansial global. Dalam kondisi panik yang luar biasa, korelasi antar aset yang biasanya rendah cenderung meningkat drastis menjadi +1. Artinya, hampir semua aset—saham, komoditas, bahkan beberapa jenis obligasi—jatuh secara bersamaan.

Dalam situasi seperti ini, diversifikasi yang disarankan oleh MPT mungkin tidak memberikan perlindungan sebesar yang diharapkan. Investor perlu menyadari bahwa MPT adalah alat untuk mengelola risiko dalam kondisi pasar yang relatif normal, namun tetap membutuhkan kewaspadaan ekstra saat menghadapi krisis sistemik yang besar.

Relevansi MPT di Era Digital

Meskipun sudah berusia lebih dari 70 tahun, MPT tetap sangat relevan di era digital saat ini. Algoritma yang digunakan oleh Robo-Advisors populer saat ini sebagian besar masih berbasis pada prinsip-prinsip yang dikembangkan oleh Harry Markowitz. Kecepatan teknologi justru memudahkan perhitungan kompleks yang diperlukan untuk mencari Efficient Frontier secara real-time.

MPT telah berevolusi dan digabungkan dengan model-model baru seperti Black-Litterman atau faktor investasi lainnya. Namun, inti ajarannya tentang pentingnya alokasi aset dan diversifikasi tetap menjadi hukum dasar yang tidak tergoyahkan dalam manajemen kekayaan modern.

Kesimpulan

Modern Portfolio Theory (MPT)

yang dicetuskan oleh Harry Markowitz telah mengubah wajah dunia investasi selamanya. Dengan menekankan bahwa risiko harus dikelola melalui diversifikasi yang cerdas dan alokasi aset yang tepat, teori ini memberikan panduan bagi investor untuk mencapai tujuan keuangan mereka dengan cara yang lebih terukur. MPT mengajarkan kita bahwa bukan tentang menemukan satu investasi terbaik, melainkan tentang membangun kombinasi investasi yang bekerja sama secara harmonis.

Meskipun memiliki keterbatasan dan asumsi yang mungkin tidak selalu tepat dalam kondisi pasar ekstrem, prinsip dasar MPT tetap menjadi fondasi yang paling kuat bagi investor jangka panjang. Dengan memahami hubungan antara risiko dan imbal hasil serta pentingnya korelasi antar aset, Anda dapat menghindari kesalahan fatal dan membangun portofolio yang tangguh menghadapi berbagai siklus ekonomi.

Sebagai tips praktis bagi Anda, mulailah dengan menentukan profil risiko Anda secara jujur. Jangan terjebak pada tren pasar sesaat, melainkan fokuslah pada alokasi aset strategis yang terdiversifikasi luas. Lakukan rebalancing secara rutin untuk menjaga profil risiko Anda tetap di jalur yang benar. Ingatlah bahwa dalam investasi, disiplin dan strategi yang matang jauh lebih berharga daripada sekadar keberuntungan.

FAQ

Investasi tradisional sering kali berfokus pada pemilihan aset individu yang dianggap "bagus" berdasarkan analisis fundamental atau teknikal tanpa terlalu memperhatikan hubungannya dengan aset lain. Sebaliknya, MPT berfokus pada portofolio secara keseluruhan, menekankan bagaimana aset-aset yang berbeda berinteraksi untuk meminimalkan risiko melalui diversifikasi.

Ya, prinsip MPT tetap bisa diterapkan pada aset kripto. Namun, perlu diingat bahwa aset kripto memiliki volatilitas yang sangat tinggi dan korelasi antar koin sering kali sangat kuat. Jika Anda menerapkan MPT pada kripto, pastikan Anda juga menggabungkannya dengan kelas aset tradisional seperti obligasi atau emas untuk mendapatkan manfaat diversifikasi yang sesungguhnya.

Secara umum, memiliki antara 15 hingga 30 aset yang berbeda dari berbagai sektor dan kelas aset dianggap cukup untuk menghilangkan sebagian besar risiko tidak sistematis. Namun, bagi investor ritel, menggunakan 3 hingga 5 ETF yang mencakup pasar saham global, obligasi, dan komoditas sudah cukup untuk mencapai tingkat diversifikasi yang sangat baik sesuai prinsip MPT.

Portofolio efisien adalah kombinasi aset yang memberikan imbal hasil (return) tertinggi untuk tingkat risiko tertentu, atau risiko terendah untuk tingkat imbal hasil tertentu. Portofolio ini berada tepat di garis "Efficient Frontier" dan dianggap sebagai penggunaan modal yang paling optimal secara matematis.

Harry Markowitz adalah seorang ekonom Amerika Serikat yang memenangkan Hadiah Nobel Ekonomi pada tahun 1990 atas kontribusinya dalam mengembangkan Modern Portfolio Theory. Karyanya yang diterbitkan pada tahun 1952 menjadi dasar bagi manajemen investasi modern dan pengembangan berbagai instrumen keuangan yang kita kenal saat ini.

Leave a Comment

Scroll to Top
Need Help? Chat with us